Berefleksi kata 'Refleksi'

Pada setiap peristiwa, perkataan/nasehat, dan bahkan pada buku atau kitab suci, sering sekali kita menaruh atau memaknai semua itu bagi kehidupan yang kita jalani, sebagai suatu pedoman, nasehat atau teguran. namun, seberapa banyak diantara kita memikirkan dan melakukan itu dengan sebuah kesadaran bahwa 'saya melakukannya dengan benar'? yang saya maksudkan adalah kesadaran berefleksi pada sesuatu, atau mungkin kita tidak tahu bagaimana melakukannya. 

Dalam kehidupan Kristen sering sekali kita mendengar ada orang yang berkata "Khotbahnya tidak cocok dengan saya, lebih cocok dengan si anu atau Firman Tuhan yang disampaikan tidak sesuai dengan hidup saya" kedengarannya benar ya, namun ternyata salah, karena kita membawa hidup kita untuk mengkoreksi Firman Allah dan bukan sebaliknya. 

Refleksi Firman Allah yang benar adalah, membiarkan Firman Allah merombak apa yang ada pada diri kita, entah itu dosa atau pergumulan, dan mengisi hidup kita dengan makna yang dari Allah. 

tidak heran jika kita melihat atau mendengar bahwa ada orang yang datang ke gereja atau persekutuan atau pendalaman Alkitab tidak dengan sebuah antusias yang ingin dipenuhi dengan Firman, justru sejalan dengan waktu mereka bukan makin terbakar hatinya tetapi justru semakin layu dan pudar semangatnya, karena merasa bahwa Firman itu semakin hari semakin tidak sesuai dengan hidupnya. jawabannya tentu saja karena mereka salah pengertian tentang refleksi terhadap Firman Allah. 

sebagai contoh bahwa banyak orang suka khotbah-khotbah yang mirip dengan para motivator dunia, karena sesuai dengan perasaan pendengar, daripada khotbah-khotbah doktrinal yang mendalam yang memaksa orang untuk mempelajarinya dengan serius. 

waktu kita sadar bagaimana harusnya merefleksikan Firman Allah dalam hidup kita, tentu saja tidak ada kata bosan atau membosankan waktu mendengar khotbah atau membaca Alkitab, karena kita sadar bahwa kita sedang dikoreksi, kita sedang menerima yang benar-benar dari Tuhan, bukan apa yang kita bawa lalu disesuaikan dengan apa yang kita dengar. 

terakhir, saya teringat akan apa yang Rasul Paulus katakan kepada jemaat di Filipi, ia mengatakan bahwa "Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus....,"(Fil 1:27). ini mengingatkan kita bahwa Firman itulah yang harusnya menghampiri hidup kita dan kita membiarkannya masuk dan berdiam di dalam kita, untuk mengubah hidup kita yang menjadikannya berpadanan dengan Injil. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibadah dan maknanya dalam kehidupan Manusia